MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Ade Mulyana, Utari Sumarmo

Abstract


Abstract

This study was intended to investigate the improvement  of students’ mathematical reasoning ability and self regulalated learning through problem based learning (PBL). This study was a part of a master thesis and a sub-study of a Postgraduate Research Grant from DGHE in 2015. This study was a pretest-postest quasi-experimental control group design involving  54 ninth-grade students of  a yunior high school in Garut which were chosen puposively.The instruments of this study are an essay test on mathematical reasoning ability, a self regulated learning (SRL) scale, and a scale measuring students’ perception on PBL. The study revealed that students getting treatment on PBL attained better grades on mathematical reasoning ability than students taught by conventional teaching, though the grades were at medium level. Students realized difficulties in giving reason toward the truth of a statement, in examining sufficiency of ellements in solving problem, and executing computation based on relevant rules. However, there was no difference in grades of self regulalated learning between students in the two groups and the grades were fairly good. Also there was no association between mathematical reasoning ability and self regulalated learning.

Keyword: mathematical reasoning, self regulalated learning, problem based learning (PBL), perception toward PBL

 

Abstrak

Penelitian ini ditujukan untuk menemukan peningkatan  kemampuan penalaran matematik dan kemandirian belajar  siswa melalui pembelajaran berbasis masalah (PBM). Penelitian ini adalah bagian dari tesis magister dan bagian dari Penelitian Hibah Pascasarjana DIKTI pada tahun 2015. Studi ini adalah suatu quasi eksperimen dengan disain pretest-postes kelompok kontrol yang melibatkan 54 siswa kelas 9 dari satu  SMP di Garut yang ditetapkan secara purposif. Instrumen penelitian ini adalah tes uraian kemampuan penalaran matematik, skala kemandirian belajar, dan skala persepsi siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah (PBM). Penelitian menemukan bahwa kemampuan penalaran matematik siswa yang mendapat pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional dan penalaran matematik siswa tergolong sedang. Siswa masih mengalami kesulitan memberikan alasan terhadap kebenaran suatu pernyataan, memeriksa kecukupan unsur suatu masalah, dan melaksanakan perhitungan berdasarkan aturan. Namun, tidak terdapat perbedaan kemandirian belajar antara siswa dalam kedua pembelajaran dan keduanya tergolong cukup baik. Selain itu ditemukan pula tidak terdapat asosiasi antara kemampuan berpikir kreatif matematik dan kemandirian belajar.

Kata kunci: berpikir kreatif matematik, kemandirian belajar, pembelajaran berbasis masalah, persepsi terhadap pembelajaran berbasis masalah.

Keywords


berpikir kreatif matematik, kemandirian belajar, pembelajaran berbasis masalah, persepsi terhadap pembelajaran berbasis masalah

References


Abdurachman, D. (2014). Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi serta Disposisi Matematik Siswa SMP melalui Pembelajaran inkuiri Terbimbing. Tesis pada Pascasarjana UPI: tidak diterbitkan.

Arikunto, S. (2001). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara.

Aswandi, (2010). ”Membangun Bangsa melalui Pendidikan Berbasis Karakter”. In Pendidikan Karakter. Jurnal Publikasi Ilmiah Pendidikan Umum dan Nilai. Vol. 2. No.2. Juli 2010.

Bernard, M. (2015). Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Penalaran Serta Disposisi Matematik Siswa SMK dengan Pendekatan Kontekstual Melalui Game Adobe Flash Cs 4.0. Tesis pada Pascasarjana STKIP Siliwangi. Tidak diterbitkan.

Budiyanto, A.M. (2014). Meningkatkan kemampuan berpikir logis dan kreatif matematik serta kemandirian belajar siswa SMA melalui Pembelajaran Berbasis Masalah.Tesis magister pada Program Pascasarjana STKIP Siliwangi Bandung. Sebagian tesis dipublikasikan dalam International Journal of Education Vol.8, No. 1. Desember 2014. pp 54-63. Graduate School, Indonesia University of Education.

Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendididikan (KTSP). Jakarta: Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Model Silabus dan Rencana Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.

Fahinu (2008). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar Matematik pada Mahasiswa melalui Pembelajaran Generatif. Disertasi pada Sekolah Pasca Sarjana UPI: tidak diterbitkan.

Firmansyah, A, (2010). Peningkatan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matemats Siswa kelas XI Program IPS SMA Kartika Siliwangi 2 Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbantuan Autograph. Bandung: Tesis Program Pascasarjana UPI. Tidak diterbitkan.

Furqon, (2011). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Ghozi, A. (2010). Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa dan Implementasinya dalam Pembelajaran. Article presented in Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Dasar Guru Bahasa Perancis Tanggal 24 Okober s.d 6 November 2010

Hakim, L. (2008). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Cv Wacana Prima.

Herman, T. (2006). Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bandung: Disertasi Program Pascasarjana UPI. Tidak diterbitkan.

Hendriana, H dan Sumarmo, U (2014). Penilaian Pembelajaran Matematika. Bandung: Penerbit PT Refika Aditama. Bandung.

Hendriana, H. Rochaeti, E.E. Sumarmo,U.(2015). Meningkatkan Beragam Hard Skill dan Soft Skill Matematika Siswa Sekolah Menengah melalui Beragam Pendekatan Pembelajaran. Hibah Pascasarjana DIKTI tahun kedua (2015)

Ibrahim, M. dan Nur, M. (2000). Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: UNESA University Press.

Irwan. (2011). Peningkatan Kemampuan Penalaran dan Berpikir Kreatif Matematis Mahasiswa melalui Pendekatan Problem Posing Model Search, Solve, Create and Share (SSCS). Disertasi Pascasarjana UPI: Tidak Diterbitkan

Jayadipura, Y. (2014). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematis serta Kemandirian Belajar Siswa SMA melalui Pembelajaran Kontekstual. Program Pascasarjana STKIP Siliwangi Bandung.

Juandi D. (2008). Meningkatkan Daya Matematik pada Mahasiswa Calon Guru Matematika melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Disertasi pada Pascasarjana UPI Bandung.

Karlimah, (2010). Mengembangkan Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Mahasiswa PGSD melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Disertasi pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, tidak dipublikasikan.

Koswara, U. (2012). “Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis Siswa SMA melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Program Autograph”. Tesis pada PPS UPI. Bandung. Makalah dimuat dalam: Educationist, Jurnal, Kajian, Filosofi, Teori, Kualitas, dan Manajemen Pendidikan. Vol. VI. No.2. 125-131, Juli 2012.

Kurniati, L. (2014). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Intuitif-Reflektif, Pembuktian Matematis dan Disposisi Mahasiswa melalui Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Metode Hypnoteaching. Disertasi pada Pascasarjana UPI Bandung.

Kusnandi. (2008). Meningkatkan Kemampuan Membaca Dan Menyusun Bukti Mahasiswa Melalui Strategi Abduktif-Deduktif. Disertasi pada Pascasarjana UPI. Sebagian disertasi dimuat dalam International Scientific Journal of Social Science and Humaniora, ALMUNI, Vol.2. No. 2, Central Organization Commitee of Ondonesia Uniersity of Education Alumni.

Maya, R. (2005). Mengembangkan Kemampuan Matematik Tingkat Tinggi Siswa SMA melalui Pembelajaran Langsung dan Tak Langsung. Tesis pada Pascasarjana UPI, Bandung. Tidak diterbitkan.

Mullis. (2000). TIMMS 1999: International Mathematics Report. Boston: The International Study Center, Boston College, Lynch School of Education.

Mulyana, A. (2015). Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Penalaran serta Kemandirian Belajar Matematika Siswa SMP melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Tesis pada Pascasarjana STKIP Siliwangi, Bandung. Tidak diterbitkan.

NCTM. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. Reston. VA: NCTM.

Nugrohorini, S.G. (2013). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa SMP melalui Pembelajaran Tak Langsung dengan Resitasi. Tesis pada Pascasarjana UPI, Bandung.

Offirston. T. (2012). “Pendekatan Inkuiri Berbantuan Software Cinderella untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa MTs” Tesis pada Pascasarjana UPI Bandung. Makalah dimuat dalam Jurnal Nasional: Educationist: Jurnal kajian filosofi, teori, kualitas, dan manajemen pendidikan Vol VI. No.2, 101-106, July 2012.

Permana, Y. (2004). Pengembangan Kemampuan Penalaran dan Koneksi Matematis Siswa SMA Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Tesis pada Pascasarjana UPI.

Puspitasari, N (2010). Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Strategi Kooperatif Jigsaw untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Koneksi Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama. Bandung: Tesis Program Pascasarjana UPI. Tidak diterbitkan.

Qohar, A. (2010). Mengembangkan Kemampuan Pemahaman, Koneksi dan Komunikasi Matematis serta Kemandirian Belajar Matematika Siswa SMP Melalui Reciprocal Teaching., Disertasi pada Sekolah Pasasarjana UPI. Sebagian disertasi dengan judul: “Improving Mathematical Communication Ability and Self Regulation Learning of Yunior High Students by Using Reciprocal Teaching”, dimuat dalam International Journal of Mathematics Education, IndoMS-JME, Vol,. 4. No.1 January 2013 pp 59-74

Riduwan. (2007). Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.

Rosliawati, Iis, S.E. (2014). Mengembangkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi serta Disposisi Matematik Siswa SMP melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Program Pascasarjana STKIP Siliwangi Bandung

Rusmini, (2008). Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematik Siswa SMP melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Cabri Geometry II. Thesis at Post Graduate Studies at Indonesia University of Education, Bandung , Indonesia, not published.

Rusman, (2010), Model-Model Pembelajaran. Bandung: Mulya Mandiri Pers.

Sanjaya, H.. (2007). Pembelajaran Berbasis Masalah melalui Model kooperatif jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMP. Bandung: Skripsi FPMIPA UPI. Tidak diterbitkan.

Santiyasa, I.W. (2008). Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pembelajaran Kooperatif. Makalah PMIPA UNDIKSHA: Tidak diterbitkan.

Sauri, S. (2010). Membangun Karakter Bangsa melalui Pembinaan Profesionalisme Guru Berbasis Pendidikan Nilai. Jurnal Pendidikan Karakter. Vol.2. No.2.

Saputri, V. (2015). Kemampuan Berpikir Kreatif, Pemecahan Masalah Matematik dan Self Confidence Siswa SMA melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Tesis pada Pascasarjana UPI. Tidak diterbitkan.

Setiawati, E. (2014). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis, Kreatif, dan Habit Of Mind Matematis, melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Disertasi pada Pascasarjana UPI. Tidak diterbitkan.

Sumarmo, U. (1987). Kemampuan Penalaran dan Pemahaman Matematika Siswa SMA Dikaitkan dengan kemampuan penalaran Logik Siswa danBeberapa Unsur Proses Belajar Mengajar. Bandung: Disertasi PPs IKIP. Tidak diterbitkan.

Sumarmo, U. (2006). “Kemandirian belajar: Apa, mengapa dan bagaimana dikembangkan pada peserta didik” Paper presented at Seminar of Mathematics Education in Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Science, State University of Yogyakarta. Makalah dimuat dalam Suryadi, D, Turmudi, Nurlaelah, E. (Penyelia). Kumpulan Makalah Proses Berpikir dan Disposisi Matematik dan Pembelajarannya. 2014. Hal. 129-122. Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA UPI.

Sumarmo, U., Hidayat, W., Zulkarnaen, R., Hamidah, Sariningsih, R. (2012). “Kemampuan dan disposisi berpikir logis, kritis, dan kreatif matematis: Eksperimen terhadap Siswa SMA menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah dan strategi Think-Talk-Write”. Makalah dimuat dalam Jurnal Pengajaran MIPA, 17(1), 17-33.

Tandililing, E. (2010). Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Dan Pemahaman Matematik Serta Kemandirian Belajar Siswa SMA Melalui Strategi PQ4R Berbasis Bacaan Refutation Text. Disertasi pada Pascasarjana UPI. Tidak diterbitkan.

Wena, M. (2010). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontempoler Suatu Tujuan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Wulanmardhika, M. (2014). Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Penalaran, dan Disposisi Matematik Siswa SMA melalui Pembelajaran Generatif. Tesis pada Pascasarjana UPI, tidak dipublikasikan

Yerizon. (2011). Peningkatan Kemampuan Pembuktian dan Kemandirian Belajar Matematik Mahasiswa melalui Pendekatan M-APOS. Disertasi pada Universitas Pendidikan Indonesia: Tidak diterbitkan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.