PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Authors

  • Via Nugraha IKIP Siliwangi

DOI:

https://doi.org/10.22460/semantik.v8i1.p18-28

Keywords:

metode pembelajaran berbasis masalah, menyusun teks eksplanasi

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan kemampuan siswa dalam menyusun teks eksplanasi. Menyusun teks eksplanasi merupakan materi baru pada pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013. Penggunaan metode pembelajaran berbasis masalah adalah strategi belajar yang tidak hanya melibatkan guru, tetapi juga melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran karena pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu metode pembelajaran inovatif yang memberi kondisi belajar aktif kepada peserta didik dalam kondisi dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu keefektifan, peningkatan, kemampuan, dan perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan metode pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran menyususn teks eksplanasi. Adapun  hipotesis yang diajukan penulis yaitu  1) kemampuan siswa kelas VII sebelum menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah masih rendah. sementara itu, kemampuan siswa kelas VII setelah menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah lebih bagus dibandingkan sebekumnya; 2) metode pembelajaran berbasis masalah efekif digunakan dalam pembelajaran menyususn teks eksplanasi; 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam menyusun teks eksplanasi sebelum dan sesudah menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah One Grup Pretest-Postest Design. Dalam desain ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan dan postest sesudah diberikan perlakuan. Dengan demikian, hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena dapat membandingkan hasil tes antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Data hasil penilaian pretest diperoleh nilai rata-rata siswa 63, sedangkan pada nilai postest diperoleh nilai rata-rata siswa 77. Maka terdapat perbedaan antara nilai pretest dan postest sebesar 14. Metode pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menyusun teks eksplanasi. Hal tersebut dibuktikan dengan presentase dari selisih peningkatan nilai sebesar 14%. Perbedaan dikatakan signifikan jika hasil perhitungan dengan menggunakan rumus t diperoleh nilai t hitung > t tabel pada tarap kepercayaan 95%. Pada perhitungan ini terbukti nilai t hitung > t tabel, yaitu t hitung (7,82) > t tabel (2,68). Oleh karena itu, perbedaan rata-rata kedua tes terbukti signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis masalah dinilai efektif dalam pembelajaran menyusun teks eksplanasi.

References

Heriawan, A. et al. (2012). metodologi pembelajaran kajian teoretis praktis. Serang-Banten: LP3G.

Kosasih, E. (2014). jenis-Jenis teks analisis fungsi, struktur, dan kaidah serta lengkap penulisannya dalam mata pelajaran bahasa indonesia SMA/MA/SMK. Bandung: Yrama Widya.

Majid, Abdul. (2005). perencanaan pembelajaran. Bandung: Rosdakarya.

Sugiyono. (2011). metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Tarigan, Henry Guntur. (2008). menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa Bandung

Tim Edukasi. (2013). mahir berbahasa indonesia untuk SMP/MTS kelas VII berdasarkan kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga

Syamsuddin. (2011). dari ide, bacaan, simak menuju menulis efektif teori, teknik, redaksi. Bandung: Geger Sunten

Rusman. (2012). Model-model pembelajaran mengembangkan profesi guru edisi kedua. Jakarta: Rajagrafindo Persada

Djuharie, O.S. (2008). genjre dilengkapi 700 soal uji pemahaman. Bandung: Yrama Widya.

Downloads

Published

2019-02-28