REPRESENTASI WACANA BERITA PILPRES DI MEDSOS

Reka Yuda Mahardika (1*)
Yusep Ahmadi F (2)


(1) IKIP Siliwangi
(2) IKIP Siliwangi
(*) Corresponding Author


Abstract


The background of this research is the large number of tendentious reports that are pro or contra against presidential candidate pairs. The purpose of this research is to represent procontra and tendentious news which is spread on social media. The method used is the descriptive method with analytical knife used to elaborate the news text is the van dijk type critical discourse analysis (AWK). Using van Dijk 's analysis knife, it was found that the news on that were distributed on social media did not objektif ethical principles and were tendentious towards presidential candidate pairs

Full Text:

PDF

References


Ahmadi F., Y., Darmayanti, N. Wahya (2014). “Analisis Wacana Kritis: Ideologi Hizbut Tahrir Indonesia dalam Wacana Kenaikan Harga BBM 2013 di buletin Al-Islam yang berjudul „Menaikkan harga BBM: Menaikkan angka kemiskinan“. Metalingua Jurnal Penelitian Bahasa, Vol. 12 (2), 253-268.

Ardipandanto, A. (2020). Dampak Politik Identitas Pada Pilpres 2019: Perspektif Populisme. [Online]. Politica Vol. 11 No. 1 Mei 2020, Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI. Tersedia: : 10.22212/jp.v11i1.1582

Darmayanti, N., dkk. (2011). “Pidato Politik Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Calon Presiden Republik Indonesia 2009-2014: Analisis wacana”. Metalingua Jurnal Penelitian Bahasa, Vol. 9 (1), 73-88.

Eriyanto. (2012). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Media. Yogyakarta: PT LKIS Printing Cemerlang.

Fauzan, U. (2014). Analisis Wacana Kritis Teks Berita Metro TV dan TV One mengenai “Luapan Lumpur Lapindo”. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Franendya, R. (2020). India Jadi Pengguna Facebook Terbesar, RI Urutan Berapa?. [Online]. Tersedia: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190716112658-37-85252/india-jadi-pengguna-facebook-terbesar-ri-urutan-berapa.

Haryanto, Agus Tri. (2020). Riset: Ada 175,2 Juta Pengguna Internet di Indonesia. [Online]. Tersedia:https://inet.detik.com/cyberlife/d-4907674/riset-ada-1752-juta-pengguna-internet-di-indonesia.

Kominfo. (2013). “Pengguna Internet di Indonesia 63 Juta Orang”. [Online]. Tersedia:https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3415/Kominfo+%3A+Penggun a+Internet+di+Indonesia+63+Juta+Orang/0/berita_satker. (23 Januari 2020).

McQuail, D. (2011). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Salemba Humanika.

Mulyana. (2005). Kajian Wacana: Teori, Metode, dan Aplikasi Prinsip-Prinsip Analisis

Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Musfialdy. (2019). Independensi Media: Pro-Kontra Objektivitas Dan Netralitas Pemberitaan Media. Jurkom, Volume 2 Nomor 1, Febuari 2019: 21-28.

Oetama, J. (1987) Perspektif Pers Indonesia; LP3ES, Jakarta.

Pratama, A. M. (2020)."Pengguna Internet Indonesia hingga Kuartal II 2020 Capai 196,7 Juta Orang". [Online]. Tersedia: https://money.kompas.com/read/2020/11/09/213534626/pengguna-internet-indonesia-hingga-kuartal-ii-2020-capai-1967-juta-orang

Amelda. R. (2017). Representasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Proses Pemilihan Gubernur DKI (Sebuah Studi Analisis Wacana Kritis) Di Mediaindonesia.Com. Tesis UPI: Tidak diterbitkan.

Yanti, N. P. D. E. dkk. (2019). “Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk pada Teks Pidato Klaim Kemenangan Pilpres 2019”. Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran. Volume 3, Nomor 3, Oktober 2019.

Wiwoho, H. (2019). "Mencegah Polarisasi Politik Pasca-Pilpres 2019 Semakin Tajam".

[Online].Tersedia:https://nasional.kompas.com/read/2019/04/23/13291151/mencegah-polarisasi-politik-pasca-pilpres-2019-semakin-tajam?page=all. (retrieved 22 Januari 2020).

Widiatmoko, W. (2015). “Analisis Kohesi dan Koherensi Wacana Berita Rubrik Nasional di Majalah Online Detik”. Jurnal Sastra Indonesia, 4 (1). Tersedia: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi




DOI: https://doi.org/10.22460/semantik.v9i1.p17-26

Article Metrics

Abstract view : 567 times
PDF - 214 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.