MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PENEMUAN TERBIMBING

Wahyu Setiawan

Abstract


ABSTRAK

 

Kemampuan berpikir kritis matematis di Indonesia pada saat ini masih  rendah yang berakibat pada rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, memilih model pembelajaran yang tepat dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, serta membandingkannya dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain pretes postes kelompok kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Muhammadiyah 6 Bandung  kelas VII semester 2 tahun ajaran 2012/2013 dengan pemanipulasian perlakuan dimana kelas VII-D sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-B  sebagai kelas kontrol. Instrumen  yang digunakan adalah soal uraian yang terdiri dari 6 butir soal kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran dengan model penemuan terbimbing lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran konvensional.

 

Kata Kunci: model penemuan terbimbing, kemampuan berpikir kritis

 

 

ABSTRACT


The ability of critical thinking mathematically in Indonesia at this time is low resulting in low quality of education in Indonesia, choose appropriate learning models can optimize the mathematical ability of students to think critically. This study aims to determine the increase in critical thinking skills of students through guided discovery learning model, and compared with students who received conventional learning. The method used in this study is the experimental method with pretest posttest control group design. The population in this study were all students of SMP Muhammadiyah 6 Bandung VII class 2nd semester academic year 2012/2013 with the manipulation of treatment where the class VII-D as the experimental class and the class VII-B as the control class. The instrument used is a matter of description consisting of 6 items critical thinking skills of students. The results showed that increasing students' critical thinking skills through guided discovery learning model is better than the increase in critical thinking skills of students through conventional learning.


Keywords: model of guided discovery, critical thinking skills

Keywords


model penemuan terbimbing, kemampuan berpikir kritis

References


Departemen Pendidikan Nasional (2007). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Ennis, R.H. (1985). Developing Mind: Goal for a Critical Thinking Curriculum. Arethur L.Costa Editor.

Hassoubah, Z. I. (2004). Develoving Creative & Critical Thinking Skills (Cara Berpikir Kreatif dan Kritis). Bandung: Yayasan Nuansa Cendekia.

Indrawati (2007). Keterampilan Berpikir Dasar. Bandung: Depdiknas.

Jamal (2011). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Menengah Pertama melalui Pembelajaran dengan Metode Penemuan dan Penemuan Terbimbing. Skripsi Sarjana Pada FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Markaban (2006). Model Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing. Yogyakarta: PPPPTK Matematika

Ruseffendi, H.E.T. (2010). Dasar-dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non Eksakta lainnya. Bandung : Tarsito

Slavin, R. E. (1995), Cooperative learning ; Theory, Research, and Practice, seconded. Boston: Allyn and Bacon.

Sugiyono (2008). Metode Penelitian Penelitian (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Suherman, et al. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. JICA FPMIPA UPI.

Turmudi (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, Bandung, JICAUniversitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Wahyudin, dkk. (2002). Kapita Selekta Matematika Sekolah. Bandung: UPI




DOI: https://doi.org/10.22460/p2m.v2i1p91-97.168

Article Metrics

Abstract view : 2278 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 1759 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.