MEMBURU “CINTA” DENGAN MANTRA: ANALISIS PUISI MANTRA ORANG JAWA KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DAN MANTRA LISAN

Heri Isnaini (1*)


(1) STKIP Siliwangi
(*) Corresponding Author


Abstract


Cara penyebaran mantra tidak sama dengan cara penyebaran teks-teks lisan yang lain seperti dongeng
atau legenda. Pewarisan teks mantra berkaitan dengan laku mistik tertentu. Dengan kata lain, mantra
tidak dapat dipisahkan dengan unsur mistik yang melekat padanya. Sedangkan puisi adalah karya
sastra imajinatif yang bersifat konotatif karena banyak menggunakan makna kias dan makna lambang
atau dengan kata lain bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan
perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan pengkonsentrasian struktur fisik dan sruktur
batinnya. Kemiripan antara kedua teks tersebut (puisi dan mantra) menimbulkan kesan bahwa
keduanya memiliki fungsi dan manfaat yang sama. Walaupun pada kenyataannya antara teks puisi dan
mantra sangatlah berbeda. Perbedaan yang paling mendasar adalah pada tradisi penyebarannya.
Mantra hidup dalam tradisi lisan, sedangkan puisi berkembang dalam tradisi tulisan. Kedua teks
tersebut akan disandingkan dan dibandingkan dalam keterkaitannya satu dengan yang lain.
Pembahasan kedua teks akan merujuk pada struktur teks, proses penciptaan, konteks penuturan, dan
fungsinya.

Kata kunci: puisi, mantra, struktur, konteks penuturan, fungsi


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22460/semantik.v3i2.p158%20-%20177

Article Metrics

Abstract view : 893 times
PDF - 2879 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.