LITERASI MEDIA PADA IKLAN SUSU SGM VERSI “JADIKAN SI KECIL GENERASI MAJU”

Johan Faladhin

Abstract


Abstract

The role of parents in the family is the beginning of children's mindset, education as an aspect to build the nation's leading character is an effort to educate the next generation. Television as one of the media to represent the moral message that exist in an advertisement, in order to build brand strength. PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) is a company that has been established for more than 60 years and concern for improving the quality of Indonesian children through the provision of affordable early life nutrition products. One of the products is the Milk SGM Eksplor 1 plus, which performs its promotional tool through a television commercial with the version "Jadikan Si Kecil Generasi Maju" means makes your little one for the forward generation. This ± 1 minute ad contains a message of father and mother struggle as a parent to prepare for the future to become the forward generation of success and success in every field of the job profession. Then, this does not do a straight line with the content of the message in the ad. How to form a forward generation? and what kind? Is the benchmark "advanced" in a single generation when a child becomes a particular profession? The word "generation" in civilization and healing compounds, while more aimed at individual nutrients. Then, is the generation or civilization prepared only from the nutritional aspect in this formula milk? This then becomes the focus of the problem. This ad is reviewed from a media literacy perspective, to understand, analyze, and deconstruct media imagery. This research uses descriptive qualitative research method to describe media media concept which is divided into advertisement on mass media is part of brand image formation so that viewer as consumer media (including children) become conscious (literate) about the way media is constructed) and access to society.

Keywords: Literacy, Media, Ads, Brands

 

Abstrak

Peran orang tua dalam keluarga merupakan awal mula terbentuknya pola pikir seorang anak, pendidikan sebagai aspek untuk membangun karakter bangsa yang terdepan adalah suatu upaya mencerdaskan generasi penerus. Televisi sebagai salah satu media untuk merepresentasikan pesan moral yang terdapat dalam sebuah iklan, demi membangun kekuatan merek. PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) merupakan perusahaan yang telah berdiri lebih dari 60 tahun dan menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas anak Indonesia melalui penyediaan produk nutrisi awal kehidupan yang terjangkau. Salah satu produknya adalah Susu SGM Eksplor 1 plus, yang menggunakan alat promosinya melalui sebuah iklan televisi dengan membuat versi ”Jadikan Si Kecil Generasi Maju”. Iklan yang berdurasi ± 1 menit ini memuat pesan perjuangan ayah dan bunda sebagai orang tua untuk mempersiapkan masa depan anaknya agar menjadi generasi penerus yang maju dan sukses dalam setiap bidang profesi pekerjaan. Kemudian, hal ini tidak berbanding lurus dengan isi pesan yang disampaikan dalam iklan tersebut. Bagaimanakah membentuk generasi maju? dan yang seperti apa? Apakah tolok ukur “maju” dalam sebuah generasi hanyalah ketika seorang anak menjadi profesi tertentu saja? Kata “generasi” bermakna pada peradaban dan bersifat majemuk, sedangkan yang ditawarkan lebih kepada aspek nutrisi yang sifatnya individu. Lalu, apakah mempersiapkan generasi/peradaban hanya dari aspek nutrisi dalam hal ini susu formula sajakah? Hal ini kemudian menjadi fokus permasalahan. Iklan ini ditinjau dari perspektif literasi media, untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk memaparkan konsep literasi media yang disampaikan dalam iklan pada media massa merupakan bagian pembentukan citra merek agar pemirsa sebagai konsumen media (termasuk anak-anak) menjadi sadar (melek) tentang cara media dikonstruksi (dibuat) dan diakses terhadap masyarakat.

Kata Kunci: Literasi, Media, Iklan, Merek

Keywords


Literasi

References


A.M, Morissan. 2010. Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jakarta : Penerbit Kencana.

Admin. (2017). Membangun #GenerasiMaju Bersama SGM Eksplor. Diambil dari https://akuanaksgm.co.id/generasi-maju diakses tanggal 29 November 2017.

Baran, Stanley J. 2010. Pengantar Komunikasi Massa: Literasi Media dan Budaya. Jakarta

Baran, Stanley J. 1999. Introduction to Mass Communication and Culture. London

Burhan Bungin. 2001. "Makna Realitas Sosial Iklan Televisi dalam Masyarakat Kapitalistik". Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik. Th XIV, No 2, April 2001,51-64. http://journal.unair.ac.id/filerPDF/05-BurhanBungin.pdf diakses tanggal 29 November 2017 Jalasutra.

Dartianingrum, Putri Ayu. 2014. Pengaruh Tayangan Iklan Televisi Susu SGM Terhadap Perilaku Ibu Rumah Tangga Dalam Pemberian Susu Formula Pada Anak Batita Di Posyandu Perdana Empat Lima Kelurahan Gunung Kelua Samarinda. Samarinda: E-Journal Ilmu Komunikasi Fisip Unmul.

Dens, Nathalie.; Pelsmacker Patrick De.; dan Eagle, Lynne. 2007. “Parental Attitudes Towards Advertising to Children and Restrictive Mediation of Childrens’s Television Viewing in Belgium”. Young Consumers, Vol. 8 Iss 1 pp. 7-18.

Januarina, Dina, (2010.11.1). Kependudukan, Generasi, dan Pembangunan Berkelanjutan,

Kasali, Rhenald. 1992. Manajemen Periklanan Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Liliweri, Alo. 1991. Memahami Peran Komunikasi Massa Dalam Masyarakat. Bandung:

London, New Delhi: Sage Publications

Mahira, Mikael. (2017.06.15). Revolusi Televisi : Media Literacy. Diambil dari http://cerita-siotong.blogspot.co.id/2017/06/media-literacy.html diakses tanggal 29 November 2017.

Malmelin, Nando. 2010. “What is Advertising Literacy: Exploring the dimensions of advertising literacy ,” Journal of Visual Literacy. 29 (2), 129-142.

Maryati, Tri, dan Jannah, Miftahul. 2011. Pengaruh Penerapan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Brand Loyalty Susu SGM (Studi Kasus Pada Konsumen Penerima Program CSR TSS PT. Sari Husada Di Yogyakarta). Yogyakarta: Seminar Internasional dan Call For Papers “Towards Excellent Small Business”.

Mayfield Publishing Company.

Moriarty, Sandra, dkk. 2011. Advertising. Jakarta: Kencana

P.T. Citra Aditya Bakti.

Pengertian dan Kajian Kependudukan. Diambil dari http://dliya060190.blogspot.co.id/2010/11/kependudukan-generasi-dan-pembangunan.html diakses tanggal 29 November 2017.

Poerwaningtias, Intania, dkk. 2013. Model-Model Gerakan Literasi Media dan Pemantauan Media di Indonesia. Yogyakarta: Pusat Kajian Media dan Budaya Populer dan Yayasan TIFA.

Potter, W. James. 2005. Media Literacy. Third Edition. London: Sage. Thousand Oaks,

Potter, W. James. 2011. Media Literacy, Fifth Edition. Los Angeles, London, New Delhi, Singapore, Washington: DC: Sage Publication Salemba Humanika

Silverblatt, Art. 1995. Media Literacy: Keys to Interpreting Media Messages. Wesport, Connecticut,

Strasburger, Victor. C and Wilson, Barbara J. 2003. Media Violence and Children: A Complete Guide for Parents and Professionals. Westport, CT: Greenwood Publishing Group.

Sukmadinata. Nana Syaodih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.

Supriadi, Cecep. (2013.04.18). Strategi SGM di Pasar Susu Formula. Diambil dari http://www.marketing.co.id/strategi-sgm-di-pasar-susu-formula diakses tanggal 29 November 2017.

Suyanto, M. 2004. Aplikasi Desain Grafis Untuk Periklanan. Yogyakarta: Andi.

Tilman, dan Kirkpatrick. 2002. Komunikasi Massa: Iklan dalam Media. Yogyakarta




DOI: https://doi.org/10.22460/s.v7i1p%25p.682

Article Metrics

Abstract view : 131 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 176 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.