Semiotika komik mahabharata R.A. Kosasih: Internalisasi nilai silih asih, silih asah, silih asuh untuk pendidikan karakter
DOI:
https://doi.org/10.22460/semantik.v15i2.p257-270Keywords:
Mahabharata Comic, Character Education, Roland Barthes Semiotics, Local Wisdom, Silih Asih, Silih Asah, Silih AsuhAbstract
The need for an adaptive bridge for local literacy is becoming increasingly urgent amidst the onslaught of foreign visual cultures and the dominance of conventional literary teaching materials. Stemming from this condition, this study examines the Mahabharata comic by R.A. Kosasih to uncover its narrative structure, semiotic meanings, and the inculcation of Sundanese local wisdom values (silih asih, silih asah, silih asuh), as well as their relevance to students' character education. Utilizing a qualitative descriptive method that integrates multimodal narrative analysis with Roland Barthes' semiotic theory, this study reveals three main findings.First, the comic's narrative plot solidly constructs the dynamics of ethical conflicts and figures of moral exemplarity. Second, the integration of visual elements and verbal texts forms relations of denotation, connotation, and myth that reinforce the concept of locality. Third, the value of silih asih emerges as the most dominant moral foundation, whereas silih asah and silih asuh are occasionally distorted by political intrigues within the story. These findings affirm that R.A. Kosasih's Mahabharata comic possesses significant potential to be utilized as an alternative, character-based learning medium in schools.
References
Ajidarma, S. G. (2011). Panji Tengkorak: Kebudayaan dalam Perbincangan. Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).
Aminuddin. (2014). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Sinar Baru Algensindo.
Azhari, A. A. (2021). Kosasih Bapak Komik Indonesia Pencipta Sri Asih, Bumilangit Akan Meluncurkan Filmnya. https://jabar.tribunnews.com/2021/04/06/kosasih-bapak-komik-indonesia-pencipta-sri-asihbumilangit-akan-meluncurkan-filmnya.
Barthes, R. (2017). Elemen-Elemen Semiologi. Basabasi.
Dessiane, S. T., & Hardjono, N. (2020). Efektivitas Media Pembelajaran Cerita Bergambar atau Komik bagi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 2(1), 42–46. https://doi.org/10.31004/jpdk.v1i2.537
Ekadjati, E. S. (2005). Kebudayaan Sunda: Suatu Pendekatan Sejarah (Jilid 1 & 2). Pustaka Jaya.
K.M., S. (2005). Kearifan Lokal dalam Tradisi Lisan Sunda. Kiblat Buku Utama & Direktorat Tradisi Ditjen Kebudayaan.
Kosasih, R. A. (n.d.-a). Mahabharata A. Erlina.
Kosasih, R. A. (n.d.-b). Mahabharata B. Erlina.
Kuswara. (2002). Aspek Etik dalam Komik Terjemahan dan Komik Indonesia serta Tanggapan Pembaca Atas Etika Penulisan Komik. Universitas Pendidikan Indonesia.
Kuswara. (2025). Konsepsi, Perkembangan, dan Aspek Etik dalam Komik. PT Arr Rad Pratama.
Mataram, S. (2015). Bahasa Rupa Komik Wayang Karya R.A. Kosasih. https://doi.org/https://doi.org/10.33153/glr.v13i1.1537
McCloud, S. (2001). Memahami Komik. Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Gadjah Mada University Press.
Nuriarta, I. W. (2025). Negosiasi Budaya Komik Indonesia: Studi Kasus Komik Wayang. Panggung: Jurbal Ilmiah Seni & Budaya, 35(1), 134–155. https://doi.org/https://doi.org/10.26742/panggung.v35i1.3680
Pandanwangi, W. D., & Nuryantiningsih, F. (2018). Komik Wayang Anak Pandawa sebagai Media Pendidikan Karakter di Jaman Kekinian. Journal of Urban Society’s Arts, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.24821/jousa.v5i1.2208
Payanti, D. A. K. D. (2022). Peran Komik Digital sebagai Media Pembelajaran Bahasa yang Inovatif. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia I (SANDIBASA I).
Puspananda, D. R. (2022). Studi Literatur: Komik sebagai Media Pembelajaran yang Efektif. Jurnal Pendidikan Edutama, 9(1), 85. https://doi.org/10.30734/jpe.v9i1.1682
Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93
Ramliyana, R. (2016). Media Komik sebagai Upaya Peningkatan Penguasaan Kosakata dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing ( BIPA ). Riksa Bahasa, 2(November), 207–218. https://sl1nk.com/d4wwlbw
Rasyid, R., Fajri, M. N., Wihda, K., Ihwan, M. Z. M., & Agus, M. F. (2024). Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Basicedu, 8(2), 1278–1285. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i2.7355
Selfianti, A., S., G. N., I, Z. M., I., P., & A., F. (2024). Remaja Fear Of Missing Out : Bagaimana Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram dan Relatedness? Jurnal Administrasi Pendidikan & Konseling Pendidikan: JAPKP. https://doi.org/https://doi.org/10.24014/japkp.v5i2.33122
Soedarso, N. (2015). Komik: Karya Sastra Bergambar. Humaniora, 6(4), 496. https://doi.org/10.21512/humaniora.v6i4.3378
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukmana, E. (2022). Representasi Kearifan Lokal dalam Kepemimpinan pada Cerita Rakyat Sasakala Gunung Tampomas. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v19i2. 20848
Suryalaga, H. (2003). Kasundaan: Rawayan Jati. Wahana Raksa Sunda (WRS).
Widaningsih, E. (2025). Nilai Karakter dalam Kakawihan Kaulinan Barudak dengan Kajian Semiotika sebagai Media Pengembangan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah. Universitas Sebelas April.
Yuliani, W. (2018). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling. QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 2(2), 83–91. https://doi.org/10.22460/q.v2i2p83-91.1641
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require a grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.
Accreditation Decree 








