MENURUNKAN PROKRASTINASI AKADEMIK MELALUI PENERAPAN TEORI HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW

Siti Fatimah

Abstract


ABSTRAK
Mahasiswa memiliki berbagai tugas yang berhubungan dengan akademik dan non-akademik. Sehingga mahasiswa harus mampu mengelola keduanya dengan baik. Tugas akademik yang banyak, dirasakan berat oleh mahasiswa sehingga berpengaruh pada pencapaian prestasinya. Menurunnya hasil prestasi mahasiswa tersebut diakibatkan oleh penundaan penyelesaian tugas atau prokrastinasi akademik. Untuk menurunkan tingkat prokrastinasi akademik harus diketahui terlebih dahulu penyebabnya sehingga bisa diketahui tingkat kebutuhan mana yang belum terpenuhi. Perbedaaan kebutuhan tersebut harus dipahami oleh dosen dalam upaya mengurangi tingkat prokrastinasi akademik pada mata kuliah yang diampunya. Teori hierarki kebutuhan ini apabila diaplikasikan dalam pendidikan, diharapkan dapat mengoptimalkan proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui metode eksperimen kuasi dengan pola Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh karena seluruh mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2016 dijadikan sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan wawancara. Secara umum, sebanyak 12,5% mahasiswa berada pada kategori prokrastinasi akademik tinggi, 83,4% kategori sedang, dan 4,1% berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji t-paired diperoleh Nilai 0,017 < 0.05 sehingga dapat diartikan terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah teori hierarki kebutuhan Maslow bisa diterapkan untuk menurunkan prokrastinasi akademik mahasiswa.
Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Teori Hierarki Kebutuhan

ABSTRACT
Students have various academic and non-academic tasks. So the student must be able to manage both well. Many academic duties, perceived to be heavy by students so as to affect the achievement of his achievements. The decline in student achievement results from delays in the completion of tasks or academic procrastination. To reduce the level of academic procrastination must be known in advance the cause so it can be known which level of needs that have not been met. Differences of these needs must be understood by the lecturer in an effort to reduce the level of academic procrastination in the course that he was. This hierarchy of needs theory when applied in education, is expected to optimize the learning process. The approach used is quantitative approach through the quasi-experiment method with Pretest-Posttest Design pattern. Population in this research use saturated sampling technique because all student guidance and counseling class of 2016 serve as the research subject. Data collection techniques used questionnaires and interviews. In general, as many as 12.5% of students are in the category of high academic procrastination, 83.4% in the medium category and 4.1% are in a low category. Based on the results of data analysis using the t-test, shows 0.017 <0.05 so that it can be interpreted there is a difference between before and after treatment. The conclusion of this research is that Maslow's hierarchy of needs theory can be applied to decrease student academic procrastination.
Keyword: Academic procrastination, Hierarchy of need theory


Full Text:

PDF

References


Avico, R. S., & Mujidin. (2014). Hubungan Antara Konformitas Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Bengkulu Yang Bersekolah Di Yogyakarta. Emphaty: Jurnal Fakultas Psikologi, 2(2).

Azwar, S. (2010). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2010). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Creswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (4th ed.). Lincoln: Pearson.

Fauziah, H. H. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Retrieved from https://journal.uinsgd.ac.id

Furqon. (2009). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Ilfiandra. (2008). Model konseling kognitif-perilaku untuk mengurangi prokrastinasi akademik. UPI Bandung.

Iskandar. (2016). Implementasi Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow Terhadap Peningkatan Kinerja Pustakawan. Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, Dan Kearsipan Khizanah Al-Hikmah, 4(1).

Kiswandini, P. S., Karini, S. M., & Agustun, R. W. (2013). Perbedaan Prokrastinasi Akademik Ditinjau Dari Tingkat Aktualisasi Diri Pada Mahasiswa Program Studi Psikologi FK UNS Angkatan 2010 dan 2011. Universitas Sebelas Maret.

Mendari, A. S. (2010). Aplikasi Teori Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa. Widya Warta, (1).

Muslifah, A. R. (2014). Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa. Talenta Psikologi, 3(2).

Oematan. (2013). Hubungan Antara Prokrastinasi Akademik dan Persepsi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Psikologi, 2(1).

Reza, I. F. (2015). Hubungan Antara Motivasi Akademik Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa. Humanitas, 12(1).

Sandra, K. I., & Djalali, M. A. (2013). Manajemen Waktu, Efikasi-Diri, Dan Prokrastinasi. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(3).

Santrock, J. W. (1995). Life-span development: Perkembangan masa hidup (edisi ke-5). Jakarta: Erlangga.

Siregar, M. (2011). Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Psikologi Universitas Medan Area. Retrieved from Portalgaruda.org

Solomon, L. J., & Rothblum, E. D. (1984). Academic Procrastination: Frequency and Cognitive Behavior Correlates. Journal of Counseling Psychology. Journal of Counseling Psychology, 31(4), 503–509.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R &D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2011). Landasan Psikologis Proses Pendidikan. Bandung: PT. Rosdakarya.

Sulistyo, J. (2012). 6 Hari Jago SPSS 17. Yogyakarta: Bandung.

Ursia, N. R., Siaputra, I. D., & Sutanto, N. (2013). Prokrastinasi Akademik dan Self-Control pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Makara Seri Sosial Humaniora, 17(1). https://doi.org/DOI:10.7454/mssh.v17il.1798

Winkel. (2004). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.




DOI: https://doi.org/10.22460/q.v2i1p%25p.713

Article Metrics

Abstract view : 6 times
PDF - 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.