LITERASI DIGITAL BERBASIS VIDIOGRAFI TERHADAP TOXIC RELATIONSHIP SISWA SMA
DOI:
https://doi.org/10.22460/quanta.v6i2.3041Abstract
Literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapa pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet, dan sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemmampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat, serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat, dan tepat sesuai dengan kegunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan literasi digital dengan menggunakan vidiografi mengenai toxic relationship di kalangan siswa SMAN 4 Bandung. Pemilihan penelitian ini berdasarkan banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh para siswa dalam fase remaja awal yang masih membentuk jati diri dengan mengadaptasi pengaruh-pengaruh lingkungan di sekitarnya. Dengan penggunaan literasi digital, diharapkan dapat membantu siswa untuk mampu memanfaatkan media digital dalam memecahkan permasalahannya, salah satunya yaitu masalah toxic relationship. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif untuk memberikan gambaran mengenai toxic relationship dengan menggunakan vidiografi dalam memecahkan masalah pribadi maupun sosialnya dengan mengadopsi 6 dari 10 langkah menurut Brog & Gall.
References
Alfiani, V. R. (2020). Upaya Resiliensi Pada Remaja Dalam Mengatasi Toxic Relationship yang Terjadi Dalam Hubungan Pacaran.
Asnada, R. T., & Sulistyono, S. (2020). Pengaruh Inertial Measurement Unit (IMU) MPU-6050 3-Axis Gyro dan 3-Axis Accelerometer pada Sistem Penstabil Kamera (Gimbal) Untuk Aplikasi Videografi. Jurnal Teknologi Elektro, 11(1), 48-55.
Brog, W. R., & Gall, M. D. (1983). Educational Research & Introduction, (4 th addition).
Brooks, J., Gibson, J., Friesen, O., & Martin, F. (2008). Digital Visual Literacy: Vital IT Skills for the Education Workforce. In Society for Information Technology & Teacher Education International Conference (pp. 3240-3241). Association for the Advancement of Computing in Education (AACE).
Danial dan Wasriah. (2009). Metode Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.
Glass, L. (1997). Toxic People: 10 Ways of Dealing with People Who Make Your Life Miserable. Macmilan.
Martin, A. (2008). Digital Literacy and The "Digital Society".
Maulana, M. (2015). Definisi, Manfaat, dan Elemen Penting Literasi Digital. Seorang Pustakawan Blogger, 1-12.
Mayes, T., & Fowler, C. (2006). Peserta Didik, Belajar Literasi dan Pendagogi 3-Learning. Literasi Digital untuk Pembelajaran, 26(33).
Pritanova, N. P. (2017). Pengaruh Literasi Digital Terhadap Psikologis Anak dan Remaja. Semantik, 6(1), 11-24.
Simarmata. (2021). Literasi Digital. Yayasan Kita Menulis.
Utomo, P., & Prayogi, F. (2021). Literasi Digital: Perilaku dan Interaksi Sosial Masyarakat Bengkulu Terhadap Penanaman Nilai-nilai Kebhinekaan Melalui Diseminasi Media Sosial. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 3(1), 65-76.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 QUANTA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Quanta: Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Authors who publish with the Quanta Journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.